SOROTAN

6/recent/ticker-posts

Dorong Kreativitas Seniman Tari, Banyuwangi Akan Gelar Festival Karya Tari

Ajang promosi pariwisata Banyuwangi Festival (B-Fest) kembali menghadirkan sebuah even baru. Even teranyar tersebut adalah Festival Karya Tari, ajang kompetisi kreativitas para seniman tari dan musik yang akan digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Sabtu 31 Maret 2018.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan festival ini adalah salah satu cara pemerintah daerah untuk menggali kreativitas seniman tari dan seniman musik untuk menciptakan karya-karya baru yang akan memperkaya seni budaya Banyuwangi.

“Di festival ini, peserta kita tantang untuk menyajikan tarian dan musik pengiring terbaru yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Mereka akan berlomba-lomba menciptakan kreasi tari baru yang akan menambah koleksi seni tari Banyuwangi,” kata Anas.
Dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY. Bramuda, even yang kali pertama masuk rangkaian agenda pariwisata Banyuwangi Festival ini mengusung tema ‘Adat’.

“Otomatis, pesertanya harus menyuguhkan tari-tarian yang menceritakan tradisi dan budaya lokal masyarakat Banyuwangi. Misalnya, tarian kreasi yang diangkat dari tradisi kebo-keboan, legenda Sritanjung-Sidopekso, dan masih banyak lainnya,” terang Bramuda.

Festival ini, imbuh Bramuda, akan melombakan 6 kategori. Yaitu, kategori penyaji terbaik, penyaji unggulan, penata tari terbaik, penata musik terbaik, penata rias dan busana terbaik, serta penata naskah terbaik.

Dia menambahkan, ajang ini akan diikuti 18 grup sanggar tari dari seantero Bumi Blambangan. “Jadi pesertanya bisa dari berbagai usia, mulai pelajar hingga penari profesional yang tergabung dalam sangar-sangar tari. Mereka akan adu kreativitas menyajikan penampilan terbaiknya untuk menjadi pemenang,” cetus Bramuda.

Bramuda memastikan, festival yang dimulai pukul 19.00 WIB ini bakal sangat menghibur. Karena seluruh pesertanya menyuguhkan sesuatu yang baru. Mulai tarian, musik pengiring, tata rias hingga kostumnya.

“Supaya tidak penasaran, jangan lewatkan pertunjukkannya. Ini bisa jadi alternatif mengisi malam Minggu bersama keluarga sekaligus mempertebal kecintaan kita terhadap budaya daerah,” pungkasnya.