SOROTAN

6/recent/ticker-posts

Banyuwangi Menerima Hadiah Sastra Rancagé 2017

foto: fb Antariksawan Jusuf
Selasa(28/02/2017)  karya sastra berbahasa Using mengalahkan karya lain yang berbahasa Jawa. Banyuwangi menjadi salah satu penerima hadiah sastra Rancagé 2017. Para pegiat Bahasa dan Sastra Using, Paguyuban Sengker Kuwung Belambangan (SKB), salah satu novel yang diterbitkan "Agul-Agul Belambangan", ditulis oleh salah satu anggota SKB, Moh. Syaiful dibantu penerjemah Indonesia yaitu kang Hasan Sentot, Hani Z. Noor, Satria Pujangga dan Holip berhasil mendapatkan hadiah Sastra Rancagé 2017.

"Hari ini adalah hari yang bersejarah untuk kami, pegiat bahasa dan sastra Using Paguyuban Sengker Kuwung Belambangan (SKB), salah satu novel yang kami terbitkan Agul-Agul Belambangan, ditulis oleh anggota kami Moh. Syaiful (dibantu penerjemahan Indonesianya oleh kang Hasan Sentot, Hani Z. Noor, Satria Pujangga dan Holip) berhasil mendapatkan hadiah sastra Rancagé 2017." ungkap ketua SKB, Antariksawan Jusuf.

Di lingkungan Yayasan Rancagé terdapat dua pendapat, yaitu yang menganggap bahwa bahasa Using itu bahasa sendiri dan ada yang menganggap bahasa itu merupakan dialek bahasa Jawa seperti dialek Banyumas, dialek Cirebon, dialek Tegal dll. Kedua pendapat itu didukung oleh alasan masing-masing. Namun akhirnya Yayasan Rancagé sepakat untuk berpegang kepada Peraturan Gubernur Jawa Timur (nomor 19 tahun 2014) yang dalam Bab I Pasal 1 no. 9 tercantum: "Bahasa Daerah adalah bahasa yang digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa Timur yang terdiri dari bahasa Jawa dan Bahasa Madura", artinya jelas bahasa Using hanyalah dialek Bahasa Jawa.

"Meski bahasa Using dianggap sebagai dialek Jawa, Terimakasih gubernur yang sudah mengeluarkan peraturan gubernur yang hanya mengakui dua bahasa di Jawa Timur yaitu bahasa Jawa dan Madura, sehingga pada penghargaan ini Sastra Using dikategorikan dalam Bahasa Jawa" imbuh Antariksawan.

source: fb Yayasan Sastera Rancagè & Antariksawan Jusuf