Bekraf Sambut Baik Geliat Industri Ekonomi Kreatif Banyuwangi

Penulis: Unknown - 12/15/2016 07:43:00 am
Baca Juga

Banyuwangi – Bulan ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali singgah di Bumi Blambangan setelah 10 Oktober lalu melakukan MoU dengan Pemda Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan Bekraf kali ini bertujuan untuk mengadakan Workshop Packaging yang dilaksanakan sejak 13 Desember 2016 lalu hingga hari ini di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi.

Workshop berbasis edukasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang diikuti oleh 40 para pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi. Para peserta tersebut membawa masing-masing dari produk mereka untuk dilakukan studi kasus. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Bekraf untuk mengedukasi publik khususnya di bidang ekonomi kreatif yang juga diselenggarakan di lebih dari 10 kabupaten maupun kota di Indonesia.

Kepala Subdit Edukasi Ekonomi Kreatif untuk Publik, Dr. Mohammad Amin, M.Sn., M.A menuturkan, ke depan ekonomi kreatif sebuah industri yang menggerakkan kreativitas, dianggap akan menjadi pengganti ekonomi-ekonomi yang berbasis komoditas. Workshop Packaging ini sangat penting, sebab bisa menaikkan nilai tambah. Selain itu, pelaku kreatif kurang memperhatikan design kemasan. Walau rasanya enak, tapi menganggap design kemasan tidak penting, maka mutunya kurang. Pariwisata dan ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan. Dengan adanya packaging seperti ini, diharapkan akan membantu program pemerintah saat ini dan memunculkan karya kriya, fashion yang mempunyai identitas Banyuwangi.  “Syukurnya, orang Banyuwangi ini inisiatif. Mau jemput bola lah, bukan menunggu bola”, tambahnya.


                                dari kanan : Hary Cahya Purnomo, Mohammad Amin, Lukman Hakim dan Tim Bekraf.

Dari 16 subsektor di bawah naungan Bekraf, hanya empat subsektor yang diprioritaskan dalam agenda workshop ini. Yaitu kriya, kuliner, fashion dan design. Keempat hal tersebut merupakan Program Unggulan Bekraf yang menjadi skala prioritas. Workshop ini sendiri dihadiri oleh Dra. Poppy Savitri (Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif) dan Toar R.E Mangaribi, S.H.,M.Si (Kasubdit Edukasi Sub Sektor Ekonomi Kreatif) selaku narasumber. Tak hanya itu, Kepala Disperindagtam Banyuwangi, Ir. Hary Cahya Purnomo, M.Si juga turut hadir. Ia mensupport penuh mengenai agenda tahunan Bekraf tersebut. “Di era globalisasi ini, peningkatan kualitas yang berdaya saing sangat dibutuhkan. Adanya MoU dengan Bekraf diharapkan bisa memberikan perubahan yang highly significant untuk peningkatan daya saing produk dan kemasan dengan konsep membuat branding yang jauh lebih bagus”, tuturnya.

Dengan memperhitungkan Banyuwangi yang memiliki luas 3 Satuan Wilayah Pengembangan (SWP), bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi di pintu gerbang sebelah timur Pulau Jawa ini memiliki peluang peningkatan yang besar. Hal itu terbukti dengan meningkatnya income per kapita yang semula hanya 19,2 juta rupiah menjadi 37,5 juta rupiah per tahun. Tak hanya itu, kini banyak UKM dan industri kreatif yang bermunculan. Sehingga, kegiatan workshop semacam ini tentunya mendapat respon positif dari para pelaku ekonomi kreatif.  "Acara workshop packaging ini memberikan wawasan baru bagi pelaku UKM tentang branding, labelling dan packaging. Kita dituntut untuk bisa mengemas produk menjadi lebih menarik dan meningkatkan nilai jual. Harapannya, setelah mendapat workshop ini para pelaku UKM bisa meningkatkan kualitas produknya terutama dalam hal packaging, sehingga dapat berpengaruh dalam marketing produk", ungkap Hendra Febri, salah satu peserta workshop yang sekaligus owner Lucitak.

Sebagai tindak lanjut perkembangan ekonomi kreatif dari 6 Deputi di bawah naungan Bekraf, Amin mengungkapkan bahwa Banyuwangi akan menjadi salah satu kabupaten yang diagendakan untuk program IKKON di tahun 2017 mendatang. Program IKKON sendiri merupakan Inovasi Kreatif Kolaborasi Nusantara yang mengajak para pelaku kreatif lokal untuk berkolaborasi dengan para ahli di bidangnya. Baik itu di subsektor fashion, fotografi, desain komunikasi visual, video, dan beberapa subsektor lainnya.(EMS)





  • Bagikan:

Baca Informasi Lainnya