Sehari Saja di Banyuwangi bisa Menikmati Indahnya Alas Purwo

Penulis: Unknown - 5/15/2016 09:40:00 am
Baca Juga
Alas purwo, terdiri dari dua kata dalam bahasa jawa alas dan purwo. alas yang berarti hutan, dan purwo adalah awal. Alas Purwo memiliki makna, peradaban pertama berasal dari sini. dibuktikan dengan situs peninggalan disana(situs kawitan).

Berangkat pagi jam 06:00, kami dan tim blogger yang diundang oleh kementrian pariwisata meluncur di alas purwo. Hutan yang masih alami, dan konon merupakan gerbang menuju alam gaib ini sepi pengunjung saat kita bertandang kesana.

jati kering

Sebelum masuk gerbang, kita disambut dengan pohon jati yang dikeringkan. Jati yang dikeringkan ini memang siap untuk dipanen. cara mengeringkannya pun unik menurut para blogger, karena batang dekat akar dilukai melingkar. Kemudian, setelah dilukai dibiarkan hingga kering. tujuan dilukai ini agar tidak ada asupan makanan yang masuk ke dalam akar. setelah benar benar kering kemudian baru dipanen oleh perhutani. oh yaa... di daerah sini ( sebelum gerbang masuk alas purwo) perhutani juga bermitra dengan petani setempat. jadi tak jarang kita lihat sepanjang jalan menuju alas purwo kita disuguhi tanaman produktif seperti jagung dll.

Memasuki gerbang masuk TN. Alas purwo kita berhenti sejenak untuk membayar tiket masuk. Tiket masuk alas purwo cukup murah untuk wisatawan lokal hanya ditarik Rp. 5000,- / orang/hari.
dan untuk mobil hanya ditarik Rp.10.000,- / unit/ hari. Jika wisatawan mancanegara tiket masuknya Rp. 150.000 / orang / hari jika 1 US$ = 15.000, setara dengan US$10 / orang / hari.

savana sadengan


setelah melewati tiket masuk kita diajak masuk ke dalam alas purwo, tips saja nih, harap membawa lotion anti nyamuk, jangan buang sampah sembarangan. Tujuan pertama kita adalah savana sadengan (feeding ground satwa langka).

Sebagai informasi saja, adanya invasi pohon dan rumput pada tahun 1999, sehingga membuat luas Feeding Ground Sadengan menyusut hingga 13,35 ha , hingga tersisa 2% dari luas awal tahun 2007. kemudian mulai tahun 2008 dilakukan pembinaan habitat secara intensif melalui pengurangan tumbuhan invasif untuk meningkatkan populasi banteng di feeding ground sadengan hingga mencapai 126 ekor pada tahun 2014. Di tahun 2015 populasi rusa di sadengan ada 3 betina, 2 jantan. sedangkan merak ada 13 betina, dan 8 jantan. Untuk populasi ajag 5 jantan, dan 4 betina. ( sumber: papan informasi di savana sadengan, 2016).
pantai pancur

Setelah puas menikmati luasnya savana sadengan, perjalanan kita berlanjut ke pantai pancur. pantai dengan pasir putih terhampar dengan deburan ombak khas pantai selatan. pantai ini hampir mirip dengan private beach tapi dengan karakter ombak pantai selatan.

Kemudian lanjut ke pantai trianggulasi, Trianggulasi  dikutip dari tnalaspurwo.org diambil dari nama titik ikat dalam pengukuran dan pemetaan yang terletak ± 500 dari utara pantai. Trianggulasi merupakan salah satu 
pantai yang mempunyai formasi hutan pantai yang masih lengkap,Kondisi pantainya berpasir putih bersih, biasanya pada bulan April – November digunakan oleh 4 jenis penyu yang ada di Alas Purwo untuk bertelur (penyu belimbing, sisik, abu-abu dan hijau). Panorama lain yang bisa dinikmati diantaranya adalah sunset dan pengamatan satwa lainnya, seperti kera abu-abu, lutung, tupai, bajing, musang, rusa, kijang, babi hutan, dan biawak.


Masih kurang? tenang, ada objek wisata terakhir nih, namanya situs kawitan. kenapa dinamakan kawitan, karena konon katanya kawitan itu awalan, yang berarti permulaan peradaban dimulai dari alas purwo di buktikan dengan situs peninggalan kawitan
situs kawitan

Terakhir banget kita mampir di pura luhur giri salaka, Tempat persembahyangan umat hindu ini di sebut memiliki TAKSU yang luar biasa, banyak para pejabat bali yang bersembahyang disini.
Sebagai informasi TAKSU adalah getaran jiwa menurut pak Jarot, pemandu tour kita.

Itulah tadi, Jika seandainya kita memiliki waktu sehari dibanyuwangi, bisa nih mengeksplore TN. Alas purwo. dan masih banyak lagi yang perlu dieksplore disana. ada 40 gua yang perlu di eksplore, ada pula GLAND atau pantai Plengkung yang termasuk salah satu dari 7 ombak raksaksa destinasi para surfer. Bagaimana, Berminat kebanyuwangi? Jelajahi banyuwangi, pasti anda ingin kembali (kata kata pak bupati banyuwangi dalam discovery banyuwangi ini ternyata benar loh, teman teman blogger dari jakarta, jogjakarta, surabaya ingin kembali lagi ke banyuwangi) MAU?


  • Bagikan:

Baca Informasi Lainnya