Legenda Mistis di Leuweung Sancang dan Alas Purwo yang Bantu Hutan Lestari

Penulis: admin - 6/02/2015 03:19:00 pm
Baca Juga
Anda tahu Leuweung Sancang di Garut, Jabar dan Alas Purwo di Banyuwangi, Jatim? Dua lokasi ini merupakan kawasan hutan yang dilindungi. Selain dijaga petugas, legenda kisah mistis juga ikut menjaga keberadaan hutan. Legenda di dua hutan ini tak jauh berbeda dengan legenda Mbah Kodok dan peri yang membantu agar alam lestari.

Untuk kawasan Hutan Sancang yang terletak di perbatasan Garut selatan dan Tasikmalaya legenda yang menyelimutinya soal kisah Prabu Siliwangi raja di Kerajaan Padjadjaran. Konon katanya, menurut cerita dari mulut ke mulut, Prabu Siliwangi menghilang di hutan itu.

Hingga kini hutan itu pun dikeramatkan warga. Banyak warga yang sungkan masuk ke hutan itu. Aneka cerita memang tersebar soal hutan itu. Namun dari cerita itu, menyebabkan hutan lestari setidaknya hingga masa reformasi. Di dalam hutan aneka satwa dan pepohonan langka tetap terjaga.

“Itu tempat Prabu Siliwangi menghilang, jadi dianggap angker. Yang anggap angker ya angker yang nggak mah biasa saja,” terang Asep warga Garut, Jumat (22/5/2015).

Bila tak ada cerita dan mitos mungkin lain cerita. Saat ini saja, banyak yang nekat menjarah hutan mencuri kayu. Pihak Jagawana dan kepolisian pun turun tangan menertibkan. Tapi sampai kapan penjarah hutan bisa dicegah, mengingat area hutan seluas 2.157 ha.

Selain Leuweung Sancang, kisah lainnya tentang legenda Alas Purwo. Taman nasional seluas 434 km2 di Banyuwangi ini juga kental dengan cerita misteri. Banyak yang percaya Alas Purwo gerbang menuju dimensi gaib. Ada juga yang bilang sebagai pusat kerajaan dunia lain di Tanah Jawa.

Kisah-kisah mistis memang amat kental dikaitkan dengan Alas Purwo. Jadinya, banyak warga yang takut merusak hutan, apalagi ditambahi dengan kisah kutukan bagi perusak.

Kearifan lokal itu membuat Alas Purwo lestari. Sejumlah flora dan fauna yang langka misalnya Banteng Jawa bisa hidup tenang di hutan. Semoga saja legenda ini tak membuat menjadi musyrik, tetapi menjadikan masyarakat ikut menjaga dan menyayangi alam. Jangan sampai hutan-hutan di Indonesia rusak karena orang yang serakah.


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
source: detikcom
  • Bagikan:

Baca Informasi Lainnya